Senin, 25 Januari 2021

Puisi "Muslimah Tangguh"

 


“Muslimah Tangguh”

Karya: Aprilia Azizah


Bintang seolah tak berkedip

Ketika memandangi sosok berhijab itu

Membawa kitab suci yang dipegangnya nan erat

Langkah kakinya yang pasti

Menunjukkan keelokan diri

Tak gentar hadapi problema duniawi

Para bidadari syurga pun melirik

Merasa iri hati padanya

Kala ia mensucikan diri

Serta melabuhkan hati pada sang kuasa

Beribadah tanpa henti

Dengan menghadirkan cinta dalam kalbunya

Rasa malu yang membalut taqwanya

Memancarkan sinar yang terang pada tiap pemandangnya

Hati yang selalu disirami dengan percikan sabar

Selalu membuatnya rendah hati dan dicintai banyak orang

Sejuk mata memandang

Sosok muslimah tangguh nan teladan

Hadirnya ciptakan kedamaian sejati

Perginya ditunggu kedatangannya lagi

Bibirnya tak berhenti berdzikir

Mengingat Rabb sang penguasa alam

 

 

 

 


Minggu, 24 Januari 2021

Puisi "“Suara Hati Untuk Dua Malaikat Tanpa Sayap”

 



“Suara Hati Untuk Dua Malaikat Tanpa Sayap”

Karya: Aprilia Azizah

 

Ibu,

Meski segala lara yang kau rasakan,

Tak pernah kau tampakkan

Namun aku tahu,

Ada ratusan duri yang menusuk

Dalam setiap sudut hatimu.

Ayah,

Meski banyak lelah yang kau sembunyikan

Namun aku begitu melihat setiap perjuanganmu

Dalam kerut kulitmu dan tiap tetes keringatmu

Ayah….. Ibu…..

Meski aku tak selalu bersama kalian,

Namun hati dan cintaku

Hanyalah untuk kalian

Aku tetaplahh putri kecilmu

Yang dulu kau timang-timang

Dalam buaian hangat kalian

Ayah…..ibu…..

Menjadi anak rantau begitu berat bagiku,

Aku harus menahan ribuan, jutaan,

Bahkan rindu yang tak terhingga dalam benakku.

Aku merasa hari-hariku berat,

Tanpa ada kalian disisiku,

Tapi aku yakin,

Kalian selalu mengiringiku dengan bait bait do’a.

Ayah, ibu

Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu,

Tentang kisah pahit manis hidupku disini,

Namun rasanya, semua yang kurasakan,

Tak sebanding pahitnya dari perjuangan yang kalian lakukan

Kalian berjuang, demi masa depanku

Dan mengharapkan selalu kesuksesanku

Tapi terkadang, justru aku disini yang lalai,

Tak memikirkan bagaimana sulitnya kalian disana

Maafkan aku ayah, ibu,

Karena sering melalaikan tugasku sebagai seorang anak,

Maafkan aku, karena belum belajar dengan sungguh-sungguh

Seperti yang kalian pinta padaku

Terimakasih ayah, ibu

Atas segala kasih dan sayang yang telah kalian curahkan padaku.

Ayah, ibu,

Aku disini merindukan kalian

 

 

 

Sabtu, 23 Januari 2021

From Me, To My Self

 



Jika kamu sedang berhijrah, lalu kamu sulit untuk istiqomah, jangan salahkan lingkungan dan kawan pergaulanmu, tapi salahkan dirimu sendiri, mengapa kamu tidak memilih teman-teman yang baik dan mampu membawa dirimu terus dalam kebaikan?

Jika kamu sedang kesulitan, jangan salahkan orang lain karena tidak mau membantumu. Salahkan dirimu, mengapa kamu tidak mau minta tolong terlebih dahulu kepada mereka?

Jika kamu merasa kesepian, jangan salahkan orang lain karena tidak menemanimu. Tapi salahkan dirimu, mengapa kamu tidak mencoba untuk berbaur dengan kawan-kawan?

Jika kamu menginginkan seseorang mengertikanmu, lalu ia tidak mengerti, jangan salahkan orang lain, tapi salahkan dirimu. Mengapa kamu tidak mencoba untuk mengertinya juga?

Jika orang lain membencimu, jangan salahkan ia, tapi salahkan dirimu. Mengapa kamu melakukan sesuatu yang membuatnya membencimu?

Jika orang lain tidak mempedulikanmu, jangan salahkan ia, tapi salahkan dirimu. Mengapa kamu belum peduli juga kepada orang lain?

Mulai sekarang, muhasabah diri, jangan selalu menunggu orang lain selalu peka. Jangan minta orang lain untuk menggerakan hatinya dahulu, sebelum hatimu yang tergerak untuk melakukan semua itu.

From Me, To My Self.

“Pengaruh Ideologi Barat Terhadap Generasi Muda"

  Di era modern ini, teknologi semakin canggih yang merupakan dampak dari globalisasi itu sendiri. Budaya asing semakin mudah masuk ke bum...