Di era modern ini, teknologi semakin canggih yang merupakan dampak
dari globalisasi itu sendiri. Budaya asing semakin mudah masuk ke bumi pertiwi
dan tersebar ke seluruh penjuru dunia sehingga makin mudah mempengaruhi
generasi muda. Hampir 89 % penduduk Indonesia adalah generasi muda. Jika
generasi muda nya baik dan berlandaskan pada Ideologi Indonesia itu sendiri,
maka generasi muda nya tak akan mudah terpengaruh oleh budaya barat. Begitu
sebaliknya, apabila generasi mudanya tidak berpedoman pada ideologinya, maka
dengan mudah ideology barat mempengaruhinya.
Indonesia adalah
Negara ke-3 sebagai Pengguna media sosial terbanyak dari negara-negara lainnya.
Pertanyaannya, apakah Para Pengguna Medsos ini menggunakannya dengan bijak?
Apakah untuk kepentingan atau hanya sekedar update postingan? Media social akan
sangat bermanfaat bagi mereka yang pandai memanfaatkannya untuk hal-hal
positif. Sedangkan bagi mereka yang hanya menggunakan sebagai pemuas nafsu semata
maka akan menggunakannya untuk hal-hal yang negative. Media social menjadikan
yang hitam menjadi putih, dan yang putih menjadi hitam. Seorang anak yang
dulunya pendiam, tidak tau menau tentang media social, setelah ia beranjak
dewasa dan menemukan media social, kemudian mulai menggunakan facebook,
whatsapp, twitter, Instagram, dan lain-lain, Dari sinilah segalanya dimulai.
Budaya barat akhirnya berhasil mempengaruhi para generasi muda.
Banyak
aplikasi-aplikasi yang memiliki dampak negative bagi kita, seperti Aplikasi tik
tok dan yang sejenisnya membuat para remaja khususnya perempuan, tertarik
menggunakan aplikasi ini dan tanpa rasa malu mereka bergaya-gaya, menggerakkan
tubuhnya dengan music-musik yang dipadukan didalamnya. Hal ini sungguh
membuktikan bahwa nilai dan norma para remaja mulai menurun. Dan bukan hanya
dari kalangan remaja saja yang menggunakan aplikasi seperti ini. polisi,
pegawai, guru, dan khalayak lain pun mulai terpengaruh oleh aplikasi ini.
Memposting foto
rasanya sudah menjadi hal pokok yang harus dilakukan tiap harinya. Padahal
sebagai generasi muda, kita masih mempunyai peluang banyak untuk melakukan
banyak hal. Usia belasan tahun adalah waktu yang sangat produktif untuk
belajar, berfikir kritis, memberi pendapat, dan berkarya. Di waktu inilah
seharusnya kita menggunakannya dengan bijak. Sebisa mungkin kita harus bisa
meninggalkan suatu pekerjaan yang tidak berfaedah dan menggantinya dengan
hal-hal yang positif dan lebih bermanfaat.
Untuk itulah,
seharusnya para orang tua harus lebih menyadari lagi tentang rasa kepedulian
terhadap anak, di usianya yang beranjak dewasa ini, bukan waktunya mereka untuk
dilepas. Justru mereka sangat membutuhkan bimbingan langsung dari orang tua,
karena tantangan zaman yang membuatnya harus bisa menghindari hal-hal negative.
Orang tua harus lebih bijak dalam mengatur dan menjaga anaknya dengan baik.
Berikan mereka kebebasan, namun bukan berarti bebas melakukan semaunya. Artinya
orang tua harus bisa menyeimbangkan antara peraturan dan kenyamanan untuk anak.
Sebab, anak yang terlalu dikekang untuk patuh terhadap perintah orang tua terkadang
lama kelamaan akan bosan sehingga membuat mereka melewati batas peraturan
tersebut, kecuali jika si anak berfikir dewasa, memiliki kesadaran diri dan
pribadi yang baik.
Gaya hidup, cara
berfikir, cara berpakaian dan masih banyak hal lainnya sudah mulai mengikuti
budaya barat. Mereka lebih suka berpakaian terbuka. Hal ini tentu sangat tidak
sesuai dengan ajaran islam yang memerintahkan umatnya untuk berpakaian sopan. Kita
sebagai Generasi muda seharusnya memiliki kesadaran dalam berfikir dewasa. Kita
tidak boleh terpengaruh oleh hal-hal negative dari budaya barat. Untuk itu,
kita harus kembali kepada ideology kita sendiri yaitu ideology Pancasila yang
telah mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang baik, kesopanan, serta
kembali pada kepercayaan masing-masing supaya tujuan hidup kita lebih terarah.
Sebab, sebagai manusia, kita harus memiliki tempat kembali, yaitu kepada Sang
Pencipta, Allah SWT.
Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca, Semoga
bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya!