Rabu, 25 September 2019

Puisi "Siapakah Daku?"


Puisi adalah suatu bentuk karya sastra ungkapan ekspresi dan perasaan penyair dengan bahasa yang menggunakan irama, rima, matra, bait dan penyusunan lirik yang berisi makna. berikut ini adalah contoh sebuah puisi:


Siapakah Daku?”
Karya: Aprizahq

Diantara seribu….
Aku hanyalah satu….
Diantara Para Jiwa…
Aku bukanlah apa-apa….
          Siapakah daku?
          Diantara makhluk ciptaan-Mu?
          Apakah sebutir debu?
          Yang berantakan di jalan itu?
Ku melangkah sendirian…
Tanpa arah tujuan….
Apakah hanya aku yang berantakan?
Diantara Para insan?
          Hatiku merasa kesepian….
          Dalam keramaian….
          Merenungkan nasib diri….
          Yang seolah tak berarti….
Wahai Rabbku….
Siapakah daku?
Jika bukan hamba-Mu
Yang lemah tanpa Rahmat-Mu
          Siapakah daku?
          Jika tak berilmu…
          Yang fakir dalam berfikir…
          Yang kufur dalam bersykur…

Wahai Rabbku…
Ku tak Tanya lagi siapakah daku…
Sebab aku tahu…
Bahwa aku tidak mampu…
          Logikaku penasaran…
          Menyikapi kebenaran…
          Siapakah yang kan Engkau tunjuk…
          Sebagai hamba-Mu yang paling tunduk…
Jika aku hanya debu jalanan….
Maka tak apa jika itu di mata insan…
Tapi jangan pada Sang Rahman…
Sebab dihadapa-Nya, aku ingin menjadi Budiman…

Minggu, 22 September 2019

ANALISIS BENCANA ALAM MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN



Di dalam Al-Qur’an terdapat beberapa istilah yang diidentifikasikan sebagai bencana alam, yaitu Rajfah (Gunung meletus), Sa’iqoh (petir atau kilat), saihah (Guntur), zalzalah (gempa bumi), bumi terbalik, Angin puting beliung, banjir dan hama. Secara umum, penyebab dari semua kerusakan atau bencana alam tersebut memiliki dua penyebab, yaitu penyebab secara langsung dan penyebab secara tidak langsung. Factor penyebab tidak langsung artinya dalam hal ini manusia tidak berperan dalam kerusakan alam tersebut, seperti gunung meletus, tsunami, gempa bumi, dan lain-lain. Sedangkan factor penyebab secara langsung berarti kerusakan yang diakibatkan akibat ulah manusia yang terpaksa mengeksploitasikan lingkungan secara berlebihan karena desakan kebutuhan, keserakahan, ataupun kurangnya kesadaran dalam menjaga lingkungan seperti menebang pohon sembarangan, membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan banjir, dan lain-lain.
          Namun jika kita analisis lebih mendalam lagi mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait dengan alam semesta, maka akan ditemukan penjelasan bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta ini dengan asas keseimbangan sehingga perjalanan alam semesta ini tidak akan terjadi penyimpangan terhadap ketetapan Allah. Inilah yang dinyatakan Al-Qur’an sebagai takdir Allah SWT. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa keteraturan alam raya ini ditundukkan untuk memenuhi kebutuan manusia dan membawa manfaat bagi manusia sendiri. Misalnya perjalanan matahari, pergantian malam dan siang, turunnya hujan, keberadaaan gunung, dan lain-lain.
Di dalam Al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menegaskan bahwa hujan akan menyebabkan banjir. Ilmu pengetahuan mungkin dapat mengetahui kapan terjadinya hujan, akan tetapi ilmu pengetahuan tidak dapat mengatur volume air yang harus diturunkan agar tidak menyebabkan banjir. Begitu pula terhadap bajir, gempa bumi, dan tsunami. Ilmu pengetahuan hanya bisa mempelajari bencana-bencana tersebut hanya setelah kejadian berlangsung. Selebihnya hanya bisa mendeteksi gerakan-gerakan yang terlihat tidak wajar, namun tidak dapat mencegah atau memastikan secara matematis melalui hukum sebab akibat kapan bencana itu terjadi.
Oleh karena itu, jika terjadi kerusakan atau penyimpangan yang terjadi pada alam yang terjadi akibat ulah manusia ataupun fenomena alam semata, maka kita harus meyakini bahwa fenomena alam tersebut merupakan sebab akibat dari ulah manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an secara eksplesit, yaitu pada kalimat:
بمـَا كَسَبَتْ اَيْدِ النَّاسِ
Dengan adanya campur tangan manusia”
Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan disebabkan oleh ulah tangan manusia. Terjadinya bencana alam pada hakikatnya sebagai akibat dari kerusakan mentalitas dan moralitas manusia. Kerusakan mentalitas dapat mendorong seseorang untuk melakukan perilaku destruktif, seperti illegal logging, mendirikan bangunan di tempat-tempat serapan air, membuang sampah sembarangan, dan lain-lain. Adapun yang secara tidak langsung yaitu akibat dari kerusakan moralitasnya seperti korupsi, suap, penyalahgunaan jabatan, arogansi kekuasaan, kejahatan ekonomi, dan lain-lain.
          Jadi, dapat disimpulkan bahwa kerusakan alam sebenarnya terjadi akibat ulah manusia itu sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung. Terjadinya bencana ala mini sebenarnya merupakan kehendak Allah SWT untuk mengembalikan perjalanan alam semesta pada awal penciptaannya yang berjalan di atas asas keseimbangan. Dengan demikian, keberadaan manusia sebenarnya adalah sebagai khalifah di muka bumi ini untuk menjaga dan melestarikan segala penciptaan-Nya yang ada dibumi. Setiap manusia seyogyanya memiliki kesadaran dalam dirinya sendiri bahwa mereka adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan sehingga harus saling menjaga apa-apa yang Allah ciptakan di muka bumi.




Sabtu, 14 September 2019

Budaya Lama Bukan Untuk dilupakan!


Assalamu’alaikum Warohmatullahiwabarokatuhu…
Teman-teman, di blog kali ini saya masih membahas tentang pengaruh budaya barat bagi kita semua, khusunya generasi muda.
Menurut saya, di zaman modern ini kebanyakan anak muda lebih suka mendengarkan lagu-lagu barat seperti korea, inggris, dan lain-lain. Tapi saya kira yang paling diminati tentunya lagu dari dua negara tersebut. Sebagai salah satu generasi muda, tentunya saya tau dan faham betul mengenai hal ini. Sebab, teman-teman sebaya saya rata-rata menyukai film dan lagu-lagu korea serta inggris.
Memang benar, lagu-lagu tersebut bagus dan enak didengar. Akan tetapi, kebanyakan dari kita lalai dalam memahami makna didalam lagu tersebut. Kita lebih focus untuk menghafalkan setiap untaian lirik lagu tersebut dan menikmati melodynya tanpa berfikir untuk mengetahui arti yang terkandung didalamnya. Inilah yang menjadi kelemahan bagi kita. Seharusnya, sebelum kita lebih mendalami lagu-lagu tersebut, akan lebih baik bagi kita mengetahui arti dari lirik lagu itu. Sebab, banyak sekali lirik-lirik lagu barat yang memiliki makna-makna yang kurang baik, bahkan didalamnya memiliki makna tersendiri. Kita harus lebih hati-hati lagi dalam memilah-milah lagu, sebab banyak lagu barat yang berhubungan dengan satanic (berarti setan) dan illuminati (Para Pengikut Dajjal). Tanpa kita sadari banyak lagu barat disekitar kita yang mengandung makna sedemikian.
     Teman-teman, sadarlah… bahwa budaya barat sangat berpengaruh bagi Indonesia. Tidak banyak dari Generasi Muda yang mungkin telah melupakan lagu-lagu daerah dan Nasionalnya. Padahal lagu-lagu tersebut justru lebih penting dihafalkan dan diketahui untuk melestarikan budaya Indonesia sendiri. banyak orang hafal lagu-lagu barat, bahkan sampai tahu nama Penyanyi dan kepribadiannya. Lalu bagaimana dengan lagu-lagu daerah dan nasional yang diajarkan ketika kita masih kecil? Apakah dilupakan begitu saja? Meskipun lagu-lagu tersebut adalah lagu-lagu lama, akan tetapi memiliki nilai-nilai yang positive bagi kita semua.
     Budaya yang lama bukan berarti harus dilupakan. Justru harus dilestarikan, karena mengandung nilai-nilai budaya yang penuh keragaman. Untuk itulah, orang tua harus mulai mengajarkan lagu-lagu daerah dan nasional kepada anaknya sejak dini, supaya ketika mereka beranjak dewasa kelak, mereka bisa memahami perjuagan Para Pahlawan, mengetahui beragam adat istiadat negerinya sehingga tertanam dalam diri mereka untuk mencintai Negerinya.
     Jika di Sekolah hanya diajarkan beberapa lagu daerah saja, maka disamping itu, orang tua juga harus menambahkan pengetahuannya, misalnya mengajarkannya lagu-lagu daerah di rumah ketika waktu luang.


Kamis, 12 September 2019

Balasan Yang Setimpal


Assalamu’alaikum Sahabat Bloggers….
Di blog kali ini, saya akan membagikan sebuah kisah yang benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata. Namun nama dan tempatnya sedikit saya samarkan supaya tidak terjadi kesalah fahaman bagi Pembacanya nanti. Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian. Sengaja kisah ini saya bagikan kepada teman-teman semua agar menjadi pelajaran bagi kita semua. Ok… baca dengan seksama ya teman- teman…!

“BALASAN YANG SETIMPAL”

Pada suatu hari di sebuah kampus, ada dua orang Mahasiswi sedang berdiskusi mengenai rencananya sore ini. Sebut saja Yuni dan Ely. Mereka berencana untuk pergi ke Ruang tamu menemui orang tua mereka, karena mereka sedang dijenguk. Setelah sampai di Ruang Tamu, seperti biasa mereka bersalaman kepada orang tua mereka dan mengobrol santai. Kemudian mereka meminjam handphone kepada orang tuanya. Di Universitas ini, Para Mahasiswi nya dilarang membawa handphone, untuk itu, setiap mereka dijenguk, mereka memuas-muaskan diri untuk bermain handphone.
  Mereka duduk sambil asyik main handphone sampai lupa waktu. Malam ini sebenarnya ada acara Seminar Nasional yang wajib diikuti oleh seluruh Mahasiswi. Akan tetapi, Karena sudah merasa nyaman dengan handphone nya, maka mereka memutuskan untuk tidak mengikuti seminar tersebut. “Oh ya, nanti malem ada seminar ya? Gimana kalo kita gak usah ikut aja? Mendingan disini aja sambil internetan, pasti sinyal nya lancar banget deh!”, Kata Yuni. “emmm,,, iya juga sih..enak. tapi aku takut ketahuan. Kalo ketahuan gimana coba”, jawab Ely, khawatir. Yuni pun mencoba meyakinkan Ely, “Tenang aja, pasti nggak ketahuan kok, kan banyak orang yang dateng, jadi nggak mungkin kelihatan kalo yang absen dua orang, gimana? Setuju nggak? Nanti kalau pengabsenan kita nggak ada, bilang aja kita lagi sakit atau ke kamar mandi. gitu”. Akhirnya mereka berdua sepakat untuk tidak mengikuti seminar tersebut.
Pada malam harinya, mereka kembali ke Ruang Penginapan Tamu disaat Mahasiswi lain sedang sibuk melangkahkan kaki menuju Aula. Mereka kembali bermain handphone sambil merebahkan diri di ruang tamu, hingga tanpa sadar mereka terlelap dan tidur. Orang tua mereka tidak tahu jika sebenarnya mereka mempunyai acara. Mereka dibiarkan tidur terlelap hingga menjelang subuh. kemudian Mereka bangun dan kembali ke asrama mereka masing-masing.
Keesokan harinya, mereka kuliah seperti biasanya tanpa merasa bersalah. Mereka merasa tenang karena tidak ada paggilan dari Bagian Pengasuhan. Namun dua hari setelah itu, mereka dipanggil oleh bagian pengasuhan dan ditanyai mengenai kejadian malam hari itu. Karena merasa sudah tertangkap basah, akhirnya mereka mengakui kesalahan mereka. Dan hukuman bagi pelanggaran ini adalah mengakui kesalahan di depan semua Mahasiswi dan melakukan eksekusi terhadap handphone nya. Mereka ditugasi untuk menghancurkan handphone mereka menggunakan batu di depan semua Mahasiswi. Ini merupakan peraturan yang sudah lama dibuat, sehingga tidak bisa diganggu gugat. Jika bersalah, maka harus menanggung akibatnya, tanpa memandang siapapun dia.
Akhirnya, pagi itu seluruh Mahasiswi dikumpulkan di Aula untuk menyaksikan hukuman mereka supaya dijadikan pelajaran bagi seluruh Mahasisiwi untuk mentaati peraturan dengan baik, dan tidak terjadi untuk kedua kalinya.

Hikmah: “Setiap perbuatan pasti ada balasannya, dan balasan itu akan lebih besar dari perbuatan tersebut. Sekarang tergantung apa yang kita lakukan, jika yang kita lakukan baik, tentu Allah akan membalas kebajikan tersebut dengan pahala yang lebih besar dari apa yang kita lakukan. Begitu pula sebaliknya, apabila kita melakukan suatu keburukan maka Allah pun akan membalas perbuatan itu sesuai dengan perbuatannya, bahkan akan lebih besar dari perbuatan yang dilakukan. Kebaikan dibalas pahala, keburukan dibalas dengan Adzab.

Dari cerita diatas, kita dapat memetik beberapa pelajaran, yang pertama, kita harus bisa mentaati peraturan. Sebab dimanapun kita berada, kita akan tetap hidup didampingi peraturan. Karena hidup ini memang butuh peraturan. Dengan peraturan lah kita bisa tertib. Dan yang kedua, hendaknya kita selalu berbuat kebaikan, seperti bersikap jujur pada siapapun. Sebab kejujuran adalah mata uang yang akan berlaku dimana-mana. Kebaikan sekecil apapun pasti Allah akan membalasnya. Tak perlu banyak yang tahu tentang kebaikan yang kau lakukan. Cukup Allah yang mengetahui hatimu.

Terimakasih banyak sudah membaca sampai akhir ya teman-teman, semoga kisah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Jangan lupa coment dibawah ya teman-teman! See you next time in a new blog!
Wassalamu’alaikumwarohmatullahiwabarokatuhu.

Mantingan, 12 September 2019.
         

Rabu, 11 September 2019

Introduce Me!

Assalamu'alaikum warohmatullahiwabarokatuhu.
Hai Teman-Teman Bloggers yang dirahmati Allah...
disini saya akan memperkenalkan diri saya secara singkat. perkenalkan, nama saya Aprilia Azizah. panggil saja April. saya lahir di Banyuasin tanggal 04 April 2001. saya berasal dari kota Palembang, tapi lebih tepatnya saya tidak tinggal di daerah perkotaan, melainkan di pedesaan, yaitu desa Sumbermulyo, kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. buat temen-temen yang tau daerah ini silahkan coment dibawah ya, hehhehee...
Sekarang, saya sedang berkuliah di Universitas Daarussalam Gontor (UNIDA) yang berada di Desa Sambirejo, kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi Jawa Timur. tentu saja jarak  yang ditempuh dari Palembang ke Jawa cukup jauh. bisa memakan waktu sehari jika naik pesawat dan sehari semalam jika menggunakan kendaraan darat, tapi tetap saja tergantung sikonnya. 
Saya mengambil Jurusan Ilmu Al-Qur'an & Tafsir Fakultas Ushuluddin semester satu. di dala prodi saya ini saya belajar lebih banyak tentang Al-Qur'an serta tafsirnya. tentu saja hal ini untuk memperdalam ilmu Al-Qur'an. namun di semester satu ini, saya masih mempelajari hal-hal yang umum juga seperti filsafat, worldview, pancasila dan lain-lain.
Pendidikan yang telah saya tempuh sebelumnya:
1. MI Nurul Ikhsan
2. SMP Negeri 1 Muara Sugihan
3. Pondok Modern Daarul Abroor 1

Baiklah,,cukup itu saja perkenalan singkat dari saya.
Jadi, di blog ini inshaallah saya akan membagi pengalaman, tips-tips, atau membagikan info-info yang mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya. dan apabila ada kata-kata atau info yang kurang berkenan dihati kalian ataupun ada perbedaan pendapat dan perspektif silahkan teman-teman memberi saran dan kritiknya supaya kedepannya saya bisa memperbaiki dan memperhatikan dengan lebih seksama mengenai tulisan saya.
jika ada yang ingin bertanya lebih lanjut, silahkan coment dibawah ya teman-teman.
Syukron.....
Wassalamu'alaikumwarohmatullahiwabarokatuhu.

“Pengaruh Ideologi Barat Terhadap Generasi Muda"

  Di era modern ini, teknologi semakin canggih yang merupakan dampak dari globalisasi itu sendiri. Budaya asing semakin mudah masuk ke bum...