Senyum palsu
Hatiku pada awalnya
seperti bunga
Yang selalu merekah
Kala melihat sekilas
senyum indah
Dari dirimu yang ku
damba
Kini tak ingin lagi
menyaksikannya
Setelah ku tau,
Semua yang kau lakukan
itu
Hanya sebuah senyuman
palsu
Untuk apa kau lemparkan
senyum itu
Jika hanya membuatku
tersipu malu
Yang pada kenyataannya
Hatimu lebih memilih
dirinya
Inikah yang dinamakan harapan?
Diriku hanya bisa
terdiam
Dan hatiku pun terus
menggumam
Bodohnya diriku telah
tertipu
Oleh sosok dirimu yang buatku
ragu
Hatiku begitu rapuh dan
sendu
Terombang ambing oleh
dahsyatnya badai rindu
Ku minta kau tuk
berhenti di depan kalbu
Dan jangan mengetuk lagi
serta menjauhiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar