Selasa, 03 Maret 2020

“MELEPASMU”



Awalnya memang ini hal yang tak mudah bagiku. Tetesan demi tetesan air mata berlinang di pipiku. Entah karena hati yang belum sepenuhnya rela, atau rasa takut akan kehilangannya selamanya. Padahal yang perlu kutangiskan bukanlah semua itu, melainkan aku harus menangisi semua dosa-dosa yang telah berlumuran dalam jiwaku. Hari itu, aku melepaskannya, melepaskan cintaku pada seorang makhluk. Aku percaya, tidak seharusnya rasa cintaku ini ku beri pada seseorang yang belum halal bagiku. Seharusnya aku penuhi kalbuku ini dengan rasa cinta pada-Nya, pada Rabb Yang telah menciptakanku, yang memberiku hidup serta kesempatan untuk singgah di dunia-nya dan mencari bekal untuk ke akhirat-Nya.
Saat aku mulai berjalan menuju kebaikan, banyak hal yang sangat memberatkanku, setiap aku bersujud kepada-Nya, mataku tak kuat menahan buliran air mata, selalu air mata ini mengalir dari pelupuk mataku. Ibadah kepada-Nya pun rasanya menjadi tak khusyu’ karena fikiranku selalu tertuju pada hal itu. Sungguh na’ifnya aku, mengerjakan sholat tapi apa yang aku ingat? Ya Rabb, ampuni hamba-Mu yang hina ini, sudah membuatmu cemburu dengan mencintai makhluk-Mu, padahal hamba tahu bahwa Engkaulah Yang Maha Penyayang dari Para Penyayang, engkaulah Yang paling patut dicintai.
Untuk Para Sahabat Muslimah,
Aku ingin mengajak kalian untuk menjadi sebaik-baik hamba. Bukan karena merasa diriku yang paling taat, atau telah menjadi makhluk-Nya yang terbaik, Tapi aku hanya ingin apa yang telah terjadi padaku tak terjadi pada Muslimah yang lain. Aku merasa sudah pernah terjerumus ke dalam jurang yang penuh dosa, meski tak sebegitu dalam, tapi aku takut, apa yang telah aku lakukan dahulu, dosanya jauh lebih besar dari yang aku tahu.
                Wahai saudariku,
Aku tahu, melepas seseorang yang telah kita cintai bahkan telah lama Bersama kita sangatlah sulit dan menghadirkan sakit yang berkepanjangan. Tapi ketahuilah wahai saudariku, bahwasanya sakit yang kau rasa berkepanjangan itu tidak akan sesakit seperti yang kau bayangkan. Rasa Bahagia yang selama ini kau dapat dan yang kau rasakan ketika dahulu bersamanya, bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya. Apakah kalian ingin merasakan kebahagiaan yang hanya sementara namun dibalik indahnya kebahagiaan itu menghadirkan luka selama-lamanya? Tidak wahai saudariku. Kebahagiaan yang seperti itu tidaklah benar.
Aku sudah melakukan hal ini. Aku telah berusaha melepaskan orang yang pernah aku cintai. Aku memang sangat menyedihkan hal ini, aku meneteskan air mata berhari-hari untuk ini di setiap sujudku. tapi, setelah kesedihan itu, aku mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan yang hakiki. Kedamaian dalam hatiku benar-benar kurasakan saat ini. Rasa takut yang awalnya muncul, sekarang tak ada lagi, bahkan sekarang aku merasa lebih kuat tanpanya. Aku tahu, Allah lah yang telah menguatkan hatiku hingga aku tak lemah lagi tanpanya.
Kesemangatan yang dulu sempat kusandarkan padanya, kini tak lagi kusandarkan pada siapapun, sebab aku sudah memiliki tempat sandaran yang jauh lebih baik dari pada itu dan bisa membuatku nyaman dan tenang tanpa ada kesedihan dalam hatiku. Dahulu, aku pernah bersandar kepada seorang makhluk, yang bisa pergi kapan saja dia mau. Namun, Tempat ku bersandar saat ini tak akan pergi meski dalam keadaan apapun, sebab aku bersandar kepada Dzat Yang Maha Kekal yaitu Allah SWT.
Aku sangat bersyukur, Allah telah menunjukkanku ke jalan-Nya yang benar. Allah memberiku hidayah yang tak semua orang bisa mendapatkannya kecuali yang dikehendaki-Nya saja. Masa lalu yang pernah aku lewati bersamanya, kini ku jadikan pelajaran supaya tak terjadi di masa yang akan datang, begitu pula aku tak ingin apa yang aku lakukan dulu, akan terjadi pada saudariku yang lain. Untuk itu, pahamilah saudariku, jika waktu yang tepat belum tiba, jangan pernah berikan cintamu kepada makhluk. Berilah cintamu dahulu kepada Sang Pencipta, utamakanlah Dia yang telah menciptakanmu. Penuhi kalbumu dengan cinta yang tulus pada-Nya. Yakinlah, bahwa Allah akan memberimu Imam yang terbaik sebagai Pemimpinmu tuk menuju Jannah-Nya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Pengaruh Ideologi Barat Terhadap Generasi Muda"

  Di era modern ini, teknologi semakin canggih yang merupakan dampak dari globalisasi itu sendiri. Budaya asing semakin mudah masuk ke bum...