Assalamu’alaikum Akhowati Fillah,
Disini saya akan
membahas tentang bahayanya pacaran. Mengapa pembahasannya tentang pacaran?
Karena saya pernah terjerumus kedalamnya, dan setelah itu, saya mulai memahami
bahaya-bahaya yang ada padanya, baik itu kecil maupun besar, tapi tentunya
bahaya yang besar itu berasal dari hal yang kecil, untuk itu sebelum terjadi
apapun kepada Para Wanita Muslimah, ada baiknya kita untuk mencegah.
Sebelum
berlanjut, saya ingin mengingatkan bahwa “Jangan pernah menghina orang yang
pernah atau yang sedang berpacaran, karena jika suatu saat mereka bertaubat,
bisa jadi mereka lebih mulia dari orang yang menghina”. Jadi, sebagai sesama
Muslimah, kita tidak boleh saling menghina, apalagi menggunjing saudari kita
yang melakukan kesalahan, ada baiknya kita mengingatkan mereka, jika mampu
melalui lisan dan perbuatan. Tapi jika keduanya tak berpengaruh, maka do’akan
saja agar Allah berkenan memberinya hidayah.
Wahai Para
Wanita Muslimah,
Saya
ingin berbagi tentang pandangan saya mengenai bahayanya berpacaran. Pacaran
yang banyak dilakukan Para pemuda saat ini ada banyak macam dan versinya,
contohnya:
1.
Berpacaran lewat sosmed, jarang
bertemu dan berkomunikasi secara langsung, namun berkhalwat lewat medsos.
2.
Berpacaran hanya sekedar status,
namun sama sekali tidak berkomunikasi karena alasan sama-sama sedang menuntut
ilmu.
3.
Berpacaran secara
terang-terangan, berkomunikasi lewat medsos, sering bertemu dan jalan Bersama.
Diantara macam-macam versi berpacaran
diatas, masih banyak lagi versi-versi pacarn yang lainnya yang tidak bisa saya
sebutkan satu persatu. Adapula yang menyebut sebagai “Pacaran Syar’I”, yang
berarti pacaran mereka bernilai positif karena sebagai penyemangat dalam
menuntut ilmu dan saling mengingatkan satu sama lain dikala ada yang khilaf.
Pacaran yang berkedok syar’I inilah yang berbahaya, karena kelihatannya tidak
berdosa, namun sebenarnya sama-sama berdosa karena ada hubungan antara kedua
belah pihak.
Bagaimanapun jenis pacarannya, yang
Namanya pacaran tetaplah pacaran. Tidak ada istilah pacaran syar’i. karena
sesungguhnya syetan itu sangatlah cerdik, mereka membuat manusia tergiur untuk
melakukan hubungan yang kelihatannya syar’I sehingga dianggap boleh. Padahal
seperti yang kita tahu, bahwasanya syetan itu memang senang ketika melihat
antara laki-laki dan wanita berkhalwat meskipun hanya sekedar lewat sosmed.
Mereka ingin mempersatukan mereka dalam hubungan yang tidak halal dan merayunya
supaya melakukan hal-hal yang melampaui batas.
Maka dari itu, berhati-hatilah kalian
semua, karena syetan sangatlah suka terhadap dua hal, yaitu membuat dua orang
yang belum halal jatuh cinta supaya berzina, dan merayu suami istri yang sudah
halal supaya bercerai. Naudzubillah, semoga kita terhindar dari semua hal itu.
Disamping itu, banyak hal-hal yang
negative yang akan menyerang orang yang berpacaran secara lembut, seperti:
1.
Berkurangnya rasa cinta kita terhadap
Allah karena cintanya telah terbagi untuk makhluk yang belum halal untuk kita.
2.
Sholat tidak khusyu’ karena terlalu
banyak memikirkannya.
3.
Banyak ibadah yang berkurang
karena terlalu awet bermain handphone.
4. Banyak
waktu yang tersita hanya untuk mementingkan satu orang saja, sehingga pekerjaan
lain terhambat.
5.
Semakin jauh dari orang tua dan
keluarga karena terlalu sibuk dengan pacar.
Dari beberapa
hal negative diatas, tentunya masih banyak lagi hal-hal negative yang akan
terjadi pada kita jika kita berpacaran. Jangan pernah merasa bahwa dengan kalian
memiliki seorang kekasih yang kelihatannya sholeh lalu kalian menganggap bahwa
sholat kalian makin khusyu’ atau ibadahnya lebih rajin karena diberi nasihat
olehnya. Itu adalah tipuan semata, karena suatu tipuan itu datangnya secara
lembut tanpa terasa, untuk itu kita harus pintar dalam menyikapi permasalahan
seperti ini.
Ingatlah wahai
saudariku, bahwa tidak akan pernah ada manfaat daripada berpacaran. Semua
dampaknya negative dan hanya satu positifnya, yaitu positif berzina. Berpacaran
merupakan jalan menuju zina, sedangkan Allah telah memerintahkan kita untuk
tidak mendekati zina. Mendekatinya saja sudah tidak boleh apalagi melakukannya,
ini pertanda bahwa betapa hinanya perbuatan zina itu. Maka jauhilah wahai
saudariku! Wallahu a’lam bissawab, ihdinassirotol mustakim.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar