Selasa, 03 Maret 2020

Bahayanya Pacaran



Assalamu’alaikum Akhowati Fillah,
Disini saya akan membahas tentang bahayanya pacaran. Mengapa pembahasannya tentang pacaran? Karena saya pernah terjerumus kedalamnya, dan setelah itu, saya mulai memahami bahaya-bahaya yang ada padanya, baik itu kecil maupun besar, tapi tentunya bahaya yang besar itu berasal dari hal yang kecil, untuk itu sebelum terjadi apapun kepada Para Wanita Muslimah, ada baiknya kita untuk mencegah.
Sebelum berlanjut, saya ingin mengingatkan bahwa “Jangan pernah menghina orang yang pernah atau yang sedang berpacaran, karena jika suatu saat mereka bertaubat, bisa jadi mereka lebih mulia dari orang yang menghina”. Jadi, sebagai sesama Muslimah, kita tidak boleh saling menghina, apalagi menggunjing saudari kita yang melakukan kesalahan, ada baiknya kita mengingatkan mereka, jika mampu melalui lisan dan perbuatan. Tapi jika keduanya tak berpengaruh, maka do’akan saja agar Allah berkenan memberinya hidayah.
Wahai Para Wanita Muslimah,
                Saya ingin berbagi tentang pandangan saya mengenai bahayanya berpacaran. Pacaran yang banyak dilakukan Para pemuda saat ini ada banyak macam dan versinya, contohnya:
1.         Berpacaran lewat sosmed, jarang bertemu dan berkomunikasi secara langsung, namun berkhalwat lewat medsos.
2.        Berpacaran hanya sekedar status, namun sama sekali tidak berkomunikasi karena alasan sama-sama sedang menuntut ilmu.
3.        Berpacaran secara terang-terangan, berkomunikasi lewat medsos, sering bertemu dan jalan Bersama.

Diantara macam-macam versi berpacaran diatas, masih banyak lagi versi-versi pacarn yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Adapula yang menyebut sebagai “Pacaran Syar’I”, yang berarti pacaran mereka bernilai positif karena sebagai penyemangat dalam menuntut ilmu dan saling mengingatkan satu sama lain dikala ada yang khilaf. Pacaran yang berkedok syar’I inilah yang berbahaya, karena kelihatannya tidak berdosa, namun sebenarnya sama-sama berdosa karena ada hubungan antara kedua belah pihak.
Bagaimanapun jenis pacarannya, yang Namanya pacaran tetaplah pacaran. Tidak ada istilah pacaran syar’i. karena sesungguhnya syetan itu sangatlah cerdik, mereka membuat manusia tergiur untuk melakukan hubungan yang kelihatannya syar’I sehingga dianggap boleh. Padahal seperti yang kita tahu, bahwasanya syetan itu memang senang ketika melihat antara laki-laki dan wanita berkhalwat meskipun hanya sekedar lewat sosmed. Mereka ingin mempersatukan mereka dalam hubungan yang tidak halal dan merayunya supaya melakukan hal-hal yang melampaui batas.
Maka dari itu, berhati-hatilah kalian semua, karena syetan sangatlah suka terhadap dua hal, yaitu membuat dua orang yang belum halal jatuh cinta supaya berzina, dan merayu suami istri yang sudah halal supaya bercerai. Naudzubillah, semoga kita terhindar dari semua hal itu.
Disamping itu, banyak hal-hal yang negative yang akan menyerang orang yang berpacaran secara lembut, seperti:
1.         Berkurangnya rasa cinta kita terhadap Allah karena cintanya telah terbagi untuk makhluk yang belum halal untuk kita.
2.        Sholat tidak khusyu’ karena terlalu banyak memikirkannya.
3.        Banyak ibadah yang berkurang karena terlalu awet bermain handphone.
4.       Banyak waktu yang tersita hanya untuk mementingkan satu orang saja, sehingga pekerjaan lain terhambat.
5.        Semakin jauh dari orang tua dan keluarga karena terlalu sibuk dengan pacar.
Dari beberapa hal negative diatas, tentunya masih banyak lagi hal-hal negative yang akan terjadi pada kita jika kita berpacaran. Jangan pernah merasa bahwa dengan kalian memiliki seorang kekasih yang kelihatannya sholeh lalu kalian menganggap bahwa sholat kalian makin khusyu’ atau ibadahnya lebih rajin karena diberi nasihat olehnya. Itu adalah tipuan semata, karena suatu tipuan itu datangnya secara lembut tanpa terasa, untuk itu kita harus pintar dalam menyikapi permasalahan seperti ini.
Ingatlah wahai saudariku, bahwa tidak akan pernah ada manfaat daripada berpacaran. Semua dampaknya negative dan hanya satu positifnya, yaitu positif berzina. Berpacaran merupakan jalan menuju zina, sedangkan Allah telah memerintahkan kita untuk tidak mendekati zina. Mendekatinya saja sudah tidak boleh apalagi melakukannya, ini pertanda bahwa betapa hinanya perbuatan zina itu. Maka jauhilah wahai saudariku! Wallahu a’lam bissawab, ihdinassirotol mustakim.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Pengaruh Ideologi Barat Terhadap Generasi Muda"

  Di era modern ini, teknologi semakin canggih yang merupakan dampak dari globalisasi itu sendiri. Budaya asing semakin mudah masuk ke bum...