Minggu, 22 September 2019

ANALISIS BENCANA ALAM MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN



Di dalam Al-Qur’an terdapat beberapa istilah yang diidentifikasikan sebagai bencana alam, yaitu Rajfah (Gunung meletus), Sa’iqoh (petir atau kilat), saihah (Guntur), zalzalah (gempa bumi), bumi terbalik, Angin puting beliung, banjir dan hama. Secara umum, penyebab dari semua kerusakan atau bencana alam tersebut memiliki dua penyebab, yaitu penyebab secara langsung dan penyebab secara tidak langsung. Factor penyebab tidak langsung artinya dalam hal ini manusia tidak berperan dalam kerusakan alam tersebut, seperti gunung meletus, tsunami, gempa bumi, dan lain-lain. Sedangkan factor penyebab secara langsung berarti kerusakan yang diakibatkan akibat ulah manusia yang terpaksa mengeksploitasikan lingkungan secara berlebihan karena desakan kebutuhan, keserakahan, ataupun kurangnya kesadaran dalam menjaga lingkungan seperti menebang pohon sembarangan, membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan banjir, dan lain-lain.
          Namun jika kita analisis lebih mendalam lagi mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait dengan alam semesta, maka akan ditemukan penjelasan bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta ini dengan asas keseimbangan sehingga perjalanan alam semesta ini tidak akan terjadi penyimpangan terhadap ketetapan Allah. Inilah yang dinyatakan Al-Qur’an sebagai takdir Allah SWT. Al-Qur’an juga menegaskan bahwa keteraturan alam raya ini ditundukkan untuk memenuhi kebutuan manusia dan membawa manfaat bagi manusia sendiri. Misalnya perjalanan matahari, pergantian malam dan siang, turunnya hujan, keberadaaan gunung, dan lain-lain.
Di dalam Al-Qur’an tidak ada satu ayat pun yang menegaskan bahwa hujan akan menyebabkan banjir. Ilmu pengetahuan mungkin dapat mengetahui kapan terjadinya hujan, akan tetapi ilmu pengetahuan tidak dapat mengatur volume air yang harus diturunkan agar tidak menyebabkan banjir. Begitu pula terhadap bajir, gempa bumi, dan tsunami. Ilmu pengetahuan hanya bisa mempelajari bencana-bencana tersebut hanya setelah kejadian berlangsung. Selebihnya hanya bisa mendeteksi gerakan-gerakan yang terlihat tidak wajar, namun tidak dapat mencegah atau memastikan secara matematis melalui hukum sebab akibat kapan bencana itu terjadi.
Oleh karena itu, jika terjadi kerusakan atau penyimpangan yang terjadi pada alam yang terjadi akibat ulah manusia ataupun fenomena alam semata, maka kita harus meyakini bahwa fenomena alam tersebut merupakan sebab akibat dari ulah manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an secara eksplesit, yaitu pada kalimat:
بمـَا كَسَبَتْ اَيْدِ النَّاسِ
Dengan adanya campur tangan manusia”
Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan disebabkan oleh ulah tangan manusia. Terjadinya bencana alam pada hakikatnya sebagai akibat dari kerusakan mentalitas dan moralitas manusia. Kerusakan mentalitas dapat mendorong seseorang untuk melakukan perilaku destruktif, seperti illegal logging, mendirikan bangunan di tempat-tempat serapan air, membuang sampah sembarangan, dan lain-lain. Adapun yang secara tidak langsung yaitu akibat dari kerusakan moralitasnya seperti korupsi, suap, penyalahgunaan jabatan, arogansi kekuasaan, kejahatan ekonomi, dan lain-lain.
          Jadi, dapat disimpulkan bahwa kerusakan alam sebenarnya terjadi akibat ulah manusia itu sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung. Terjadinya bencana ala mini sebenarnya merupakan kehendak Allah SWT untuk mengembalikan perjalanan alam semesta pada awal penciptaannya yang berjalan di atas asas keseimbangan. Dengan demikian, keberadaan manusia sebenarnya adalah sebagai khalifah di muka bumi ini untuk menjaga dan melestarikan segala penciptaan-Nya yang ada dibumi. Setiap manusia seyogyanya memiliki kesadaran dalam dirinya sendiri bahwa mereka adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan sehingga harus saling menjaga apa-apa yang Allah ciptakan di muka bumi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“Pengaruh Ideologi Barat Terhadap Generasi Muda"

  Di era modern ini, teknologi semakin canggih yang merupakan dampak dari globalisasi itu sendiri. Budaya asing semakin mudah masuk ke bum...